Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

02 October 2008

Dari Kelinci Hingga Kambing dan Unta!

Kelinci
Kelinci yang imut - imut ternyata memiliki daya jual yang cukup tinggi. Di beberapa tempat di Indonesia, kini muali marak peternakan kelinci. Pasalnya, berternak kelinci lumayan menguntungkan! Ternak kelinci bisa dimanfaatkan dagingnya serta kulitnya. Kota Lembang Jawa Barat, Yogyakarta, dan Malang, menjadi sentra perternakan kelinci di pulau Jawa. Saat ini kelinci yang banyak di ternak adalah jenis rex. Selain termasuk kelinci hias, kulitnya juga sangat banyak di minati oelh produsen tas., dompet, jaket, dan sabuk. Sementara dagingnya bisa di olah menjadi berbagai jenis makanan terutama sate kelinci.

Kambing
Kambing menjadi sangat penting bagi manusia sejak di jinakkan 80000 tahun yang lalu. Kambing bisa di pelihara pada lahan yang tidak begitu subur bagi petani, dan bisa di ambil daging, susu, dan juga bulunya. Di Indonesia kambing masih banyak di ternakan secara traditional. Sekitar 90% perternakan kambing di Indonesia masih tergolong ternak traditional. Hanya 10% sisanya peternak kambing komersil. Ternak kambing memang relatif mudah dan murah. Cukup membuatkan kandang dan memneri makan rumput, atau mengembalakannya di ladang. Di Jawa Timur misalnya, banyak petani memiliki kambing. Seornag petani sedikitnya memiliki 2-3 ekor. Bai mereka kambing merupakan harta benda sekaligus tabungan. Di saat mereka membutuhkan uang, maka mereka menjualnya. Permintaan akan kambing meningkat saat Idul Adha.

Domba
Domba bisa jadi merupakan spesies hewan ternak yang plaing luas tersebar di dunia. Selain daging domba merupakan hewan penghasil wol yang paling bagus. Australia adalah negara yang memiliki peternakan domba cukup banyak. Bayangkan, setiap tahun, sekitar 700 hingga 1000 juta kg woll di hasilkan dari negara Kangguru itu. Dan tiap tahun 220.800 ton daging domba di ekspor ke luar negeri., lalu 350.000 ton di konsumsi oleh massyarakat Australia sendiri.
Sementara tanah air kita, pusat ternak domba adalah provinsi Jawa Barat. Kota Ciamis, Tasik Malaya, Cirebon, adalha kota - kota yang memiliki sentra peternakan domba. Saat ini domba yang banyak di kembangkan adalah jenis domba peranakan Etawah. Sampai tahun 2006 lalu, jumlah domba dan kambing ternak di Jawa Barat mencapai 3.5 juta ekor.
Kuda
Kuda yang di jinakan manusia berasal dari keturunan kuda - kuda liar. Kuda di jadikan sebagai hewan tunggangan, penarik beban, bahkan di ambil juga daging dan susunya. Di Indonesia, daerah yang terkenal dengan peternakan kuda antara lain pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat dan labupaten Sumba di Nusa Tenggara Timur. Susu kuda pun menjadi komoditas yang banyak permintaannya. Konon (Allah hu Allam) khasiatnya seperti obt yang mampu menyembuhkan kanker, leukemia, paru-paru basah, dll. Uniknya, ada masyarakat di NTT dan NTB yang berternak kuda di alam bebas. Kuda -kuda di biarkan di alam yang luas tanpa harus di beri makan atau di mandikan.
Unta.
Unta ada yang berpunuk dua, ada pula ynag berpunuk satu. Nah, unta yang banyak di ternakkan banyak di ternakan di dunia adalah unta berpunuk satu yang di sebut juga unta arab. Peternakan unta banyak terdapat di negara - negara yang memiliki gurun seperti Timur Tengah. Misalnya saj di negara Arab Saudi. Unta di jadikan hewan tunggangan, penarikk beban, juga di ambil dagingnya, kulit, dan susunya. Susu unta banyak peminatnya, lho. Apalagi di bulan Ramadhan, permintaan susu unta berlipat ganda. Maklum massyarakat Arab punya tradisi minum susu unta untuk berbuka puasa. Menurut organisasi pertanian dan pangan (FAO) PBB, susu unta memiliki kandungan vitamin C tiga kali lebih tinggi dari susu sapi. Selain itu susu unta kaya akan zat besi dan vitamin B.


Peternakan, tak Terpisahkan dari Kehidupan Kita!

Peternakan adalah tempat di mana para petani dan peternak memelihara hewan peternak. Hewan - hewan ternak di urus, di penuhi kebutuhannya, di ambil hasilnya. Pada umunya orang berternak untuk di ambil dagingnya dan hasil lainya, tapi bisa juga untuk tujuan berbeda. Para peternak itu bisa saja berternak dalam skala kecil, untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau di jual. Tetapi ada juga peternak - peternak besar yang emnjadikan industri, dan jelas ingin mendapatkan keuntungan berlipat dari usaha ternak.

Dari Berburu ke Berternak.
Lalu sejak kapan manusia mulai berternak?, waktu yang pasti sih tidak di ketahui secara persis. Hanya saja para ilmuwan menduga, hewan yang pertama kali di jinakan manusia adalah srigala (baca artike "Srigala" Tidak Sejahat yang di Kira). Srigala di ternak untuk di jadikan pelacak dan pemangsa hewan buruan. Sementara kuda di perkirakan sudah sejak tahun 4000 SM telah di jinakkan. Di jadikan kuda tunggangan dan penghela kereta.
Sedangkan hewan yang pertama kali di ternakan manusia unutk sumber makanan adalah kambing. Kambing dan Domba di perkirakan mulai di jinakkan sekitar tahun 8000 SM di Asia. Babi mulai di jinakkan sekitar 7000 SM di China atau Timur Tengah.

Erat dengan Pertanian.
Para manusia purba dahulunya nomademen, berpindah - pindah mengikuti arah perubahan atau perpindahan kawanan hewan buruan mereka. Lama - lama mereka menyadari bahwa hidaupp akan jauh lebih mudah kalau menetap, kalau mereka menanam benih makanan, dan memelihara hewan untuk di jadikan makanan.
Binatang - binatang liar mulai di jinakkan oleh manusia dan perkembangbiakan pun di kuasai manusia. Lama kelamaan sifat - difat hewan piaraan itu berubah drastis dari sifat cikal bakalnya. Baik dari segi fisik, perilaku, dan lain-lainya. Makanya hewan -hewan ternak sekarang ini tidak akan cocok lagi untuk hidup di alam liar. Dari dulunya kegiatan peternakan memanng tidak terpisahkan dari kegiatan pertanian. Manusia pun belajar memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Menggunakan kerbau untuk menghela bajak di sawah.
Penduduk dunia yang hidup nomademen juga memelihara ternak. Beribu - ribu sapi di ternakan di kawasan terbuka di berbagai padang rumput dan stepa di banyak kawasan stepa dunia. Lalu upaya berternak di lakukan dengan mengurung hewan di padang rumput atau di kandang. Jenis makanan bisa makanan alami seperti rumput, bisa juga makanan buatan.

Sumber Protein Hewani.
Manusia berternak terutama untuk menjadikan hewan ternak sebagai sumber makanan. Peternakan menyediakan daging segar yang menjadi sumber protein hewani serata energi manusia. Protein hewani bukan di dapatkan dari daging saja, tetapi juga dari produk lainya seperti telur dan susu. Telur di dapatkan dari peternakan unggas seperti ayam, bebek, dan puyuh, sementara susu di dapatkan dari hewan - hewan ternak mamalia sperti sapi (yang paling banyak), kambing, kuda, dan unta. Dari susu pun bisa di dapatkan produk olahan susu seperti susu, mentega, keju, es krim dan lain-lain.
Pakaian dan Kebutuhan Lain.
Hewan ternak juga di amnfaatkan untuk serat/pakaian. Contohnya domba menghasilkan wol, sapi, rusa, dan kambing bisa di ambil kulitnya. Nah, dari kulit sapi bisa di hasilkan jaket kulit, tas, sepatu, dan banayk lagi. Dahulu kulit hewan juga dijadikan pula sebagai tenda dan pakaian. Jadi hewan ternak bisa di manfaatkan untuk makanan, pakaian, dan tempat tinggal.!
Ada juga hewan ternak yang di manfaatkan tenaganya atau hewan pekerja. Contoh, hewan pengangkut bahan seperti, kedelai, kuda, hingga unta. Tahukah kalian, sebelum manusia menemukan mesin untuk mempermudah kehidupan mereka, hanya hewan lah tenaga selain manusia yang bisa di gunakan manusia untuk membantu mereka. Hingga saat ini hewan pekerja masih banyak kita lihat di berbagai tempat di seluruh dunia. Hasil sampingan dari hewan ternak banyak sekali lho. Sudah kita sebut bahwa kotoran hewan ternak bisa di manfaatkan untuk pupuk. Lemak - lemak ternak seperti sapi bida di gunakan untuk bahan industri kosmetik, crayon, lilin, sabun, dan detergent, pelumas, dan lain-lain.

01 October 2008

"Srigala" Tak Sejahat Yang di Kira

Srigala adalah hewan yang sering di salah pahami, hewan ini selalu di buru dan di bunuh. Sebenarnya srigala tidak sejahat itu. Srigala ini makhluk yang menkjubkan, memang srigala termasuk binatang buas. Tetapi srigala lebih suka berburu binatang liar daripada memangsa hewan ternak. Mereka juga jarang menyerang manusia. Menurut para ilmuwan, srigala lebih takut pada manusia daripada manusia takut pada mereka.
Srigala termasuk ke dalam keluarga canidae. Berkerabat dengan anjing, anjing liar (ajag), dingo, rubah, dan coyote.
Anjing piaraan manusia juga di perkirakan berasal dari keturunan srigala. Manusia mulai menjinakan srigala sekitar 12.000 tahun yang lalu. Mungkin srigala mengais sisa-sisa makanan manusia, sementara manusia menyadari bahwa srigala bisa mengetahui posisi hewan buruan karena penciummannya yang sangat tajam. Maka manusia pun memelihara anak srigala dan menjinakkanya untuk membantu perburuan.

Hidup Bermasyarakat
Srigala bukanlah hewan yang penyendiri. Mereka suka hidup bermasyarakat. Biasanya hidup berkelompok-kelompok. Satu kelompoknya bisa terdiri dari induk jantan, induk betina, dan anak anak mereka yang berbeda usia.
Nah, bayi-bayi srigala, rumah pertama mereka berupa liang atau gua kecil di dalam tanah. Cukup untuk berlindung sang induk dan bayi-bayinya dari cuaca buruk dan hewan yang membahayakan sang bayi. Keluarga srigala bisa menempati sarang yang sama selama bertahun-tahun, atau bisa juga berganti sarang setiap tahun.
Seperti halnya najing, srigala juga hewan yang setia, penyayang dan sangat cerdas. Mereka hidup dalam kelompo-kelompok.
Jantan yang paling kuat dan paling cerdas di dalam kelompok menjadi pemimpin kelompok. Dalam astu kelompok bisa ada 2 hingga 15 ekor, tetapi umumnya terdiri dari 4 hingga 7 ekor. Ada kalanya dua kelompok bergabung bersama.
Semua anggota kelompok yang telah dewasa bersama - sama mengasuh bayi-bayi srigala yang baru lahir. Kelompok srigala berkerja untuk berburu, memberi makan bayi-bayi dan mempertahnkan wilayah.

Lahir Terpenjam Mata
Nah, biasanya srigala sekali beranak melahirkan 4 hingga 6 anak. Induk srigala biasanya mengandung selama 63 hari sebelum lahir. Saat lahir ukurannya mungil sekali, hanya sekitar 500 gram. Saat lahir matanya terpejam, dan baru bisa terbuka sekitar dua minggu kemudian. Di umur dua minggu dia berlatih berjalan, dan kira-kira seminggu kemudian baru berani keluar sarang. Di umur tiga tahun mereka mulai makan daging yang di bawakan induknya. Srigala dewasa dalam kelompoknya membantu menjaga anak-anak. Bila anak-anak srigala sudah berumur sekitar 8 minggu, srigala dewasa meninggalkan sarang dengan membawa anak-anak itu ke tempat terbuka. Di tempat terbuka inilah para srigala dewasa berkumpul untuk tidur, bermain atau makan.

Senang Bermain
Tahukah kalian, anak-anak srigala suka bermain. Mereka bermain dengan saudara sebaya ataupun saudara - saudara yang lebih tua. Mereka saling membuntuti dan saling menyergap satu sama lain. Mereka juga suka bermain dengan mainan seperti tulang atau kulit bulu binatang yang sudah mati. Permainan - permainan ini berguna sekali kelak jika mereka harus mengintai dan menyergap mangsa, serta saat harus berburu binatang kecil seperti kelinci dan berang-berang. Dan di umur enam bulan, mereka mulai bergabung dengan anggota kelompok yang dewasa untuk berburu binatang yang lebih besar.
Srigala biasanya memburu hewan hewan ungulate seperti rusa, elk, mule deer, moose, caribou, dan domba liar. Terkadang memburu mamalia yang lebih kecil seperti kelinci, berang-berag dan tupai tanah. Penciuman srigala sangat tajam, bisa mencium bau mangsa nya dari jarak 1 mil.

Mengapa Melolong??
Seperti anjing, srigala suka melolong. Kedengaranya seram, tapi mengapa sih srigala meolong? Srigala melolong karena berbagai alasan. Untuk menyatakan posisi terhadap kawan nya, untuk menjaga teritorial, tapi bisa juga melolong karena memang ingin melolong. Tahukah kamu, di malam yang sunyi senyap lolongan srigala bisa terdengar dari jarak 120 mil.!!!

Spesies Srigala
Menurut para ilmuwan ada dua spesies srigala di dunia yakni srigala abu-abu (canis lupus) dan srigala merah (canis rufus). Sementara sub spesies terdapat banyak di banyak tempat di dunia. Di Ethiopia ada spesies canis simensis yang di anggap bererabat dekat dengan kedua spesies srigala.
Srigala paling besar dan paling banyak adalah srigala abu-abu (canis lupus). Panjangnya bisa sampai 4,5 hingga 6,5 kaki.
Populasi srigala di seluruh dunia di perkirakan ada sekitar 200.00 ekor. Padahal menurut ilmuwan, dahulunya ada sekitar 2 juta ekor srigala di seluruh dunia. Hampir musnah di habisa manusia! Jenis yang paling banyak adalah srigala abu - abu.
Jenis ini dahulunya tersebar luas di belahan bumi utara karena mampu beradaptasi dengan berbagai iklim. Tetapi populasinya terus menyusut kerana berkurangnya habitat serta banyaknya perburuan.